Terima Kasih utk yg berkenan membaca, memikirkan n memahaminya!
Sebagian dari kalian mgkin akn berkata seperti ini,
- Untuk org asing yg cuek, punya pola pikir singkat n kurang bijaksana, mereka akan berkata, "pentingkah mengenal anda?"
- tapi anda yg berjiwa besar, suka berteman, berpikir positif n punya jiwa pemimpin, anda akan berkata, "kenapa tidak?"
- Sedangkan anda yg sdh mengenal saya anda pasti berkata sambil
sexum, sambil merengut atau mgkin sambil mencibir, "ada2 saja org ini"
Lalu anda yg belum mengenal saya kini sdh bisa sedikit menilai saya.
Didalam benak anda yg baru akan mengenal saya, anda mungkin akan
menilai bahwa saya adalah org yg sok pintar, aneh, cerdas, membosankan n
juga menarik.
Tapi bagi anda yg telah mengenal saya, anda akan makin mengenal
karakter saya. Mungkin anda akan berpikran n sedikit membenarkan bahwa
saya adl org yg sok pintar, aneh, cerdas, membosankan n juga menarik.
Atau anda punya pendapat lain tentang saya n apa yg sayu tulis?
Entahlah, semua ini hanya permainan kata2 n tentang bagaimana saya memainkan pikiran anda.
"Saya bahagia bisa membuat kalian tersenyum dgn catatan ini,
walaupun diantara yg tersenyum membacanya terlihat ada yg meremehkan apa
yg saya tulis..."
Senin, 03 September 2012
Suratku Untuk Para Malaikat
Untuk Para Malaikat di Syurga
Hatiku remuk hancur saat aku diajarkn arti kehilangan yg sebenar-benarnya.
Hatiku remuk hancur saat aku diajarkn arti kehilangan yg sebenar-benarnya.
Bukannya aku tak rela,
tapi mengapa dia yg harus pergi?
bukankah aku lebih pantas?
Perasaanku tak punya lagi kekuatan untuk merasakan apa yang telah kurasakan saat bersamanya.
Perasaanku tak punya lagi kekuatan untuk merasakan apa yang telah kurasakan saat bersamanya.
Karena dia berbeda,
Karena dia mampu menerangi sisi gelapku dengan lentera kecil dari senyumnya.
Karena dia mampu meruntuhkan keegoisanku dengan alunan merdu dari senandungnya.
Karena dia mampu meruntuhkan keegoisanku dengan alunan merdu dari senandungnya.
Wahai Kalian Para Malaikat,
Bagaimana bila kita buat perjanjian atas nama
cinta?
Apakah kalian setuju?
Tentu diriku kalian anggap gila atas semua
ini,
Atas semua jalan pikiranku tentang cinta.
Atau bagaimana bila kalian ambil
saja nyawaku,
agar aku bisa kembali menjadi kekasihnya.
Yang aku tahu, aku hanya bisa menangisi kepergiannya dengan perasaan rindu abadi yang
menyelinap dalam hati.
Dan tak ada lagi alasanku untuk hidup didunia bila tanpa cintanya...
Langganan:
Komentar (Atom)
