Senin, 03 September 2012

Apa Kalian Ingin Mengenal Saya?

Terima Kasih utk yg berkenan membaca, memikirkan n memahaminya!

Sebagian dari kalian mgkin akn berkata seperti ini,
- Untuk org asing yg cuek, punya pola pikir singkat n kurang bijaksana, mereka akan berkata, "pentingkah mengenal anda?"

- tapi anda yg berjiwa besar, suka berteman, berpikir positif n punya jiwa pemimpin, anda akan berkata, "kenapa tidak?"

- Sedangkan anda yg sdh mengenal saya anda pasti berkata sambil sexum, sambil merengut atau mgkin sambil mencibir, "ada2 saja org ini"

Lalu anda yg belum mengenal saya kini sdh bisa sedikit menilai saya.

Didalam benak anda yg baru akan mengenal saya, anda mungkin akan menilai bahwa saya adalah org yg sok pintar, aneh, cerdas, membosankan n juga menarik.

Tapi bagi anda yg telah mengenal saya, anda akan makin mengenal karakter saya. Mungkin anda akan berpikran n sedikit membenarkan bahwa saya adl org yg sok pintar, aneh, cerdas, membosankan n juga menarik.

Atau anda punya pendapat lain tentang saya n apa yg sayu tulis?

Entahlah, semua ini hanya permainan kata2 n tentang bagaimana saya memainkan pikiran anda.

"Saya bahagia bisa membuat kalian tersenyum dgn catatan ini, walaupun diantara yg tersenyum membacanya terlihat ada yg meremehkan apa yg saya tulis..."

Suratku Untuk Para Malaikat

Untuk Para Malaikat di Syurga
Hatiku remuk hancur saat aku diajarkn arti kehilangan yg sebenar-benarnya.
Bukannya aku tak rela, 
tapi mengapa dia yg harus pergi?
bukankah aku lebih pantas?
Perasaanku tak punya lagi kekuatan untuk merasakan apa yang telah kurasakan saat bersamanya.
 
Karena dia berbeda,
Karena dia mampu menerangi sisi gelapku dengan lentera kecil dari senyumnya.
Karena dia mampu meruntuhkan keegoisanku dengan alunan merdu dari senandungnya.
 
Wahai Kalian Para Malaikat,
Bagaimana bila kita buat perjanjian atas nama cinta?
Apakah kalian setuju?

Tentu diriku kalian anggap gila atas semua ini,
Atas semua jalan pikiranku tentang cinta.
Atau bagaimana bila kalian ambil saja nyawaku, 
agar aku bisa kembali menjadi kekasihnya. 
Yang aku tahu, aku hanya bisa menangisi kepergiannya dengan perasaan rindu abadi yang menyelinap dalam hati.
Dan tak ada lagi alasanku untuk hidup didunia bila tanpa cintanya...