Untuk Para Malaikat di Syurga
Hatiku remuk hancur saat aku diajarkn arti kehilangan yg sebenar-benarnya.
Hatiku remuk hancur saat aku diajarkn arti kehilangan yg sebenar-benarnya.
Bukannya aku tak rela,
tapi mengapa dia yg harus pergi?
bukankah aku lebih pantas?
Perasaanku tak punya lagi kekuatan untuk merasakan apa yang telah kurasakan saat bersamanya.
Perasaanku tak punya lagi kekuatan untuk merasakan apa yang telah kurasakan saat bersamanya.
Karena dia berbeda,
Karena dia mampu menerangi sisi gelapku dengan lentera kecil dari senyumnya.
Karena dia mampu meruntuhkan keegoisanku dengan alunan merdu dari senandungnya.
Karena dia mampu meruntuhkan keegoisanku dengan alunan merdu dari senandungnya.
Wahai Kalian Para Malaikat,
Bagaimana bila kita buat perjanjian atas nama
cinta?
Apakah kalian setuju?
Tentu diriku kalian anggap gila atas semua
ini,
Atas semua jalan pikiranku tentang cinta.
Atau bagaimana bila kalian ambil
saja nyawaku,
agar aku bisa kembali menjadi kekasihnya.
Yang aku tahu, aku hanya bisa menangisi kepergiannya dengan perasaan rindu abadi yang
menyelinap dalam hati.
Dan tak ada lagi alasanku untuk hidup didunia bila tanpa cintanya...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar